Translate

Rabu, 08 April 2009

keresahan


*Mereka Tidak Hanya Menghinakan Gaza dengan Tentara Mereka, Justru Gaza
Mereka Serahkan kepada Yahudi melalui Resolusi PBB*

Pagi hari ini, Resolusi DK PBB No. 1860 tentang serangan biadab terhadap
Jalur Gaza telah dikeluarkan. Dalam redaksinya telah digunakan
*substil*politik yang busuk, yang sebelumnya telah digunakan dalam
Resolusi PBB No.
242, setelah serangan tahun 1967 M. Pada saat itu dinyatakan, "Harus menarik
diri dari tanah…" padahal seharusnya, "Menarik diri dari seluruh tanah."
Tujuannya agar tetap menyisakan ruang untuk negara Yahudi menduduki wilayah
yang dikehendakinya!

Begitulah Resolusi ini, yang tidak secara tegas menyatakan, "Harus menarik
diri dari Gaza…" sebaliknya hanya menyatakan, "Harus menghentikan
pertempuran (gencatan senjata)" yang berujung pada penarikan diri. Tetapi
kapan dan bagaimana itu bisa terjadi? Lalu, bagaimana dengan Resolusi yang
sengaja masih diliputi kekaburan untuk menghentikan serangan Yahudi, di mana
Yahudi tetap tidak akan menghentikan serangan, meski sudah ada sejumlah
resolusi yang jauh lebih keras dan tegas?!

Sekalipun sejumlah Resolusi DK PBB tidak pernah bisa menyelesaikan masalah,
bahkan sudah sangat banyak resolusi-resolusi seperti ini yang tidak
dilaksanakan oleh negara Yahudi… Namun, AS dan sekutunya tetap saja menolak
dikeluarkannya resolusi apapun dari DK PBB. Semuanya itu agar bisa
memberikan kemudahan yang cukup bagi negara Yahudi untuk menumpahkan darah
dalam serangan biadabnya terhadap Gaza, hingga negara Yahudi itu bisa
mewujudkan tujuannya.

Karena mengikuti dan membebek kepada AS, para penguasa negeri Muslim itu pun
benar-benar patuh pada kemauan AS, dengan senang atau terpaksa, sehingga
mereka pun tidak kompak, berselisih satu sama lain, dan tidak ada kata
sepakat..

Namun, setelah negara Yahudi menyaksikan perlawanan dahsyat yang harus
dihadapi, dan tampak bahwa dengan operasi militernya itu negara Yahudi tidak
mampu mewujudkan apa yang ditargetkan, sehingga boleh jadi masalahnya
berlarut-larut, sementara pemilihan umum mereka sudah di depan mata, dan
mereka pun membutuhkan kondisi "kemenangan", baik melalui peperangan maupun
perdamaian, agar pemilihan umum tersebut bisa berlangsung di sela-sela itu,
saat itulah AS aktif sekali mewujudkannya untuk mereka melalui DK PBB,
sehingga Condolezza Rice menjadi magnet yang luar biasa dalam bebagai
pertemuan dan *meeting*. Dia pun menggerakkan para penguasa yang menjadi
kepanjangan tangannya, sehingga mereka bergegas pergi untuk menemui DK PBB;
siang malam mereka bekerja keras dengan penuh semangat.. Mereka itulah yang
sebelumnya memandang perlunya membantu Gaza dengan tentara-tentara mereka
dengan pandangan bak orang pingsan dari kematian. Padahal andai saja saat
itu ada satu atau setengah front pertempuran di sana yang dibuka oleh para
penguasa itu, pasti entitas Yahudi itu akan rontok, atau bahkan lenyap tak
berbekas..

Melalui resolusi ini, sebenarnya para penguasa (*goodfather*) itulah yang
mewujudkan kepentingan Yahudi yang justru tidak bisa diwujudkan melalui
serangan biadab mereka. Resolusi itu akan tetap melanggengkan tentara Israel
di Gaza, dan memastikan blokade terhadap Jalur Gaza tetap berlangsung dari
sejumlah faktor yang bisa menguatkan dan mempersenjatai mereka. Jangan
tertipu dengan penjelasan yang dibungkus dengan indah, tentang dibukanya
blokade makanan dari mereka.

Untuk mensosialisasikan resolusi ini, AS sengaja abstain, agar tampak bahwa
AS seolah-olah tidak berada di belakang resolusi tersebut, sehingga para
penguasa itu pun bisa menunjukkan kemenangan gemilang yang jauh dari
pengaruh AS. Mereka sesungguhnya bohong. Setiap orang yang berakal dan
mempunyai kesadaran politik pasti tahu, bahwa andai saja AS tidak berada di
belakangnya, pasti AS sudah memveto resolusi tersebut.

*Wahai seluruh kaum Muslim*:

Sungguh tepat sekali apa yang disabdakan oleh manusia jujur dan terpercaya,
Nabi saw.:

*«**ÅöÐóÇ áóãú ÊóÓúÊóÍö ÝóÇÕúäóÚú ãóÇ ÔöÆúÊó**»***

**

*"Jika Anda sudah tidak mempunyai rasa malu, maka lakukanlah apa saja."* *(H.r.
Bukhari, Ibn Majah dan Ahmad)*

Para penguasa itu melihat Gaza memang harus diluluhlantakkan, di mana
darah-darah orang tak bersalah berhak ditumpahkan. Mereka pun tidak
menggerakkan tentaranya untuk membantu Gaza. Tidak juga melepaskan satu
roket pun dari peluncurnya, bahkan lebih dari itu, justru mereka
menghalang-halangi relawan untuk membantu Gaza… Ironisnya, mereka justru
bergegas dan berlomba-lomba untuk mengeluarkan sebuah resolusi yang
menghalangi Gaza dari akses senjata dan faktor-faktor yang bisa menopang
kekuatannya.. Semoga mereka dilaknat oleh Allah; bagaimana mereka sampai
bisa berpaling seperti itu?

Siapa pun yang melihat entitas Yahudi, perampas Palestina, dan dia tinggal
berdekatan dengan para penguasa itu, pasti tahu persis keberlangsungan
eksistensi Yahudi ini benar-benar digadaikan pada keberlangsungan para
penguasa itu. Merekalah yang melindunginya, jauh lebih baik daripada
melindungi diri mereka sendiri. Bahkan AS dan negara-negara Barat yang lain,
yang mendukung entitas ini, tidak akan mempunyai pengaruh apapun, kalau
seandainya ada satu saja dari para penguasa itu orang yang *waras..*

*Wahai kaum Muslimin*:

Kami telah mengingatkan berkali-kali. Kami ulangi lagi dan kami tambahkan,
bahwa siapa saja yang ingin menghancurkan entitas Yahudi dan mengembalikan
Palestina secara utuh ke pangkuan negeri Islam, maka dia harus berjuang
untuk mewujudkan seorang penguasa yang ikhlas, negara yang benar, yaitu
Khilafah Rasyidah. Sebab, seorang *imam* (pemimpin) itu bagaikan perisai, di
mana orang berperang di belakangnya, dan kepadanya mereka berlindung,
sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw. Pada saat itulah, negara
Yahudi itu tidak akan pernah lagi ada, bahkan negara-negara Kafir penjajah
yang jauh lebih kuat dan digdaya ketimbang entitas Yahudi pun akan
dihinadinakan.

Allah berfirman:

Åöäøó Ýöí Ðóáößó áóÐößúÑóì áöãóä ßóÇäó áóåõ ÞóáúÈñ Ãóæú ÃóáúÞóì ÇáÓøóãúÚó
æóåõæó ÔóåöíÏñ

**

*"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi
orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang
dia menyaksikannya." **(Q.s. Qaf [50]: 37)*

*13 Muharram 1430 H *

*9 Januari 2009 M*

**

*Hizbut Tahrir*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar